• Selasa, 4 Oktober 2022

Varian Kopi dan Bumbu Rendang Jadi Cendera Mata untuk Pembalap MotoGP Mandalika

- Selasa, 22 Maret 2022 | 11:45 WIB
Presiden Jokowi Saat Menyerahkan Trofi MotoGP Mandalika 2022. (Humas Kemenparekraf)
Presiden Jokowi Saat Menyerahkan Trofi MotoGP Mandalika 2022. (Humas Kemenparekraf)

DOBRAK.CO - Pemerintah mengoptimalkan momentum Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022 untuk mempromosikan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/Industri Kecil Menengah (UMKM/IKM) lokal.

Di antaranya, cendera mata berupa bumbu/bahan masakan/minuman khas Indonesia kepada para pembalap. Cendera mata tersebut secara simbolis diserahkan Presiden Joko Widodo kepada para pembalap MotoGP.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan, cendera mata tersebut merupakan bentuk dukungan dari para pelaku usaha bumbu dan kuliner Indonesia di bawah koordinasi Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Selama dua tahun terakhir, GAPMMI telah menjadi mitra strategis Pemerintah dalam mengangkat kuliner Indonesia melalui program "Indonesia Spice Up the World" (ISUTW).

"Kita berikan cendera mata ini khusus dengan isinya bervariasi mulai dari bumbu rendang, bumbu soto, bubur ayam, kerupuk, rempah seduh hingga varian kopi," ujar Luhut Pandjaitan.

Beberapa jenis bumbu/bahan dikemas dalam kotak souvenir yang didesain khusus. Isinya bervariasi mulai dari bumbu rendang, bumbu soto, bubur ayam, kerupuk, rempah seduh hingga varian kopi.

ISUTW merupakan program kolaboratif dari Kementerian/Lembaga, dunia usaha, akademisi, asosiasi, komunitas dan media untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke pasar mancanegara, dengan target nilai ekspor sebesar USD 2 miliar serta 4.000 restoran Indonesia di mancanegara pada tahun 2024.

Target lainnya adalah mengangkat produk unggulan bumbu dan rempah–rempah merek lokal Indonesia ke pasar global.

Dengan adanya program ISUTW ini, lanjut Menko Luhut, diharapkan dapat memacu pengembangan jaringan restoran Indonesia di luar negeri yang merupakan bagian dari gastrodiplomasi Indonesia.

"Melalui penambahan serta reaktivasi restoran cita rasa Indonesia di mancanegara tentunya akan meningkatkan ekspor pangan olahan terutama produk bumbu dan rempah – rempah Indonesia," ucapnya.

Halaman:

Editor: Alvian Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nikmatnya Bakmi Pelita 2, Enak dan Melegenda Sejak 1988

Jumat, 23 September 2022 | 13:52 WIB

Simak, Berikut Sejarah Berdirinya Es Cendol Elizabeth

Jumat, 16 September 2022 | 16:29 WIB

Lotek Alkateri, Kuliner Legendaris Khas Sunda Sejak 1988

Jumat, 16 September 2022 | 14:01 WIB

Lengkong Kecil, Surganya Kuliner Malam di Kota Bandung

Jumat, 9 September 2022 | 11:34 WIB
X