• Selasa, 6 Desember 2022

Canggih, Rumah Amal Salman Uji Coba Penerapan IoT untuk Hewan Kurban

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 12:31 WIB
Canggih, Rumah Amal Salman Uji Coba Penerapan IoT untuk Hewan Kurban.
Canggih, Rumah Amal Salman Uji Coba Penerapan IoT untuk Hewan Kurban.

DOBRAK.CO - Menjelang pelaksanaan Iduladha 1443 H, beberapa wilayah di Indonesia diuji dengan wabah yang menyerang hewan ternak, yakni penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski tidak menular kepada manusia akan tetapi kita tetap perlu melakukan quality control pada hewan kurban agar memenuhi nilai syariah dan tentunya rasa aman dalam beribadah.

Rumah Amal Salman bersama Alumni ITB Teknik Fisika Tahun 1977, Parsaulian Ishaya Siregar melakukan uji coba Internet of things (IoT) untuk kurban terpadu tahun ini.

IoT sendiri merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ITB di tahun 2022 untuk mekanisme yang dapat mempermudah untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan dengan mengukur bobot serta suhu hewan secara real time.

"IoT akan memonitor jika domba kurban suhu tubuhnya tinggi (demam) dan jika bobot tubuhnya banyak menurun. IoT juga sebagai ikhtiar pelayanan Rumah Amal Salman agar pelaksanaan kurban bisa memenuhi syariah dan tentunya aman bagi setiap pengurban" kata Parsaulian Ishaya Siregar dikutip dari laman Pemprov Jabar pada Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga: 4 Poin Penting Presiden Jokowi dengan Pengusaha PEA

Uji coba yang diadakan selama dua hari, Kamis - Jumat, 23 - 24 Juni 2022 ini berlokasi di Kandang Sapi Farm, Cikadut Kabupaten Bandung. Selama kegiatan, tim uji coba mengawasi alat dan tempat yang akan digunakan. Kegiatan ini disambut luar biasa oleh para peternak dan rencananya ke depan IoT kurban terpadu akan memantau pergerakan hewan qurban untuk lebih akurat dalam memonitoring hewan ternak.

"Di masa PMK ini perlu adanya QC secara cepat dan alat ini bisa mengukur bobot dan suhu hewan secara cepat dan akurat. Sehingga kondisi hewan bisa disajikan secara cepat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para pengurban. Ketika uji coba suhu rata - rata hewan harus memiliki 36 - 38°C untuk bisa dikategorikan aman, " kata Dianturi, Project Officer IoT Qurban Terpadu.

Baca Juga: Tahun 2030, KKP Optimis Penuhi 32,5 juta Ha Kawasan Konservasi Perairan

Selain itu, pemantauan temperatur dan bobot dilakukan secara berkala atau bertahap. Hewan dipantau mulai dari lokasi peternak, saat penerimaan di lokasi penyembelihan, hingga saat akan disembelih.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Jenis dan Harga iPhone Termahal Edisi Terbatas

Selasa, 8 November 2022 | 20:23 WIB

WhatsApp Down, Jumlah Gangguan Mencapai 1.723 Laporan

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:02 WIB

Hati-hati, Jangan Asal Terhubung dengan WiFi Publik

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:29 WIB
X