• Minggu, 14 Agustus 2022

Menyoroti Ide Childfree dalam Keluarga Muslim

- Selasa, 21 September 2021 | 20:08 WIB
Kartini
Kartini

DOBRAK.CO - Istilah childfree saat ini tengah ramai dibicarakan, setelah salah satu youtuber Gita Savitri secara terbuka mengungkapkan pilihannya untuk tidak punya anak.

Gita sendiri telah menikah dengan Paul Andre Partohap pada bulan Agustus 2018. Melalui unggahan videonya, ramai-ramai para netizen mempertanyakan pernyataan yang dikeluarkannya.

Akhirnya Gita pun mengunggah jawaban atas para netizen melalui instagram story miliknya.

"Lebih gampang ga punya anak daripada punya anak. Karena banyak banget hal preventif yang bisa dilakukan," ujar Gita saat menjawab warganet.

Menurut dictionary.cambridge.org, Childfree adalah istilah yang digunakan untuk merujuk orang yang memilih tidak punya anak, atau tempat dan situasi.

Business times melaporkan bahwa di Australia Bureau of statistic, menilai akan lebih banyak pasangan berkeluarga yang memilih untuk tidak punya anak diantara tahun 2023-2029.

Alasannya pun beragam, mulai dari latar belakang permasalahan keluarga, pertimbangan pengasuhan anak di masa depan bahkan hingga isu lingkungan yang diungkapkan Shinta Maharani.

Sekilas, ide childfree ini kelihatan modern. Padahal kalau kita kritisi, keegoisan kaum childfree bisa mengancam peradaban manusia. Semakin banyak pasangan yang memutuskan childfree, maka bisa jadi akan terjadi loss generation, yaitu kehilangan generasi penerus yang menyebabkan manusia menjadi langka dan akan punah. Lantas, kalau hal itu terjadi, siapa yang akan meneruskan kehidupan?

Ide childfree muncul di akhir abad 20. Tentu saja menimbulkan kontroversi, karena bertentangan dengan konsensus umat manusia seluruhnya, bahwa menikah dan memiliki anak adalah kodrat alam yang dimulai sejak Nabi Adam a.s hingga saat ini.

Walaupun manusia dengan kecerdasannya mampu menciptakan berbagai alat kontrasepsi yang mencegah angka kelahiran, namun antianak merupakan pilihan yang dinilai negatif.

Padahal, Allah SWT telah ciptakan potensi hidup pada manusia, yakni berupa akal, naluri, dan hajatul udhawiyah (kebutuhan jasmani), itulah fitrah pada manusia. Pun ketika salah satu naluri, yaitu naluri nau’ (naluri untuk melanjutkan keturunan) itu juga salah satu bagian dari potensi yang diciptakan Allah bagi diri manusia, hal itu juga tidak akan berubah.

Jadi, jelas sekali pola pikir childfree atau yang semacamnya, adalah pola pikir yang keliru, bahkan melawan fitrah penciptaan manusia yang telah diberikan oleh Allah.
Ini jelas-jelas pola pikir yang tidak melandaskan adanya kebenaran. Justru ini pola pikir khayalan, tidak ada landasannya. Ini adalah pola pikir yang tidak realistis. Akibat lebih lanjut dari pola pikir semacam ini adalah cepat atau lambat akan terjadi kehancuran.

Islam adalah agama yang sempurna. Salah satu kesempurnaan agama islam itu adalah Allah telah mensyariatkan pernikahan yang tujuannya untuk melahirkan keturunan, yang akhirnya terbentuk keluarga yang utuh sempurna dan ideal, bukannya keturunan itu dianggap sebagai beban.

Islam tidak pernah membatasi jumlah anak. Islam menegaskan bahwa anak adalah rezeki. Rezeki masing-masing anak adalah dalam jaminan Allah. Ketika kita memegang Islam dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan ragu untuk memiliki anak. Tentunya, free saja soal jumlah anak. Jika memungkinkan, silakan memiliki anak yang banyak.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya (30). Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar (31).” (TQS Al-Isra [17]: 30—31).

Sementara itu, di satu sisi, Islam memberikan banyak sekali pilar-pilar pendidikan generasi. Di sisi lain, Islam juga memotivasi umatnya agar menjadikan anak-anak mereka sebagai aset dunia dan akhirat.

Ini sebagaimana firman Allah Swt., “Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.[11] Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.'[12)] Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.'[13]” (TQS Luqman [31]: 11—13).

Juga sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,
“Apabila manusia itu meninggal dunia, terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang berdoa baginya.” (HR Muslim).

Rasulullah saw. menyukai jumlah umatnya yang banyak. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda, “Ya Allah, limpahkanlah hartanya dan limpahkanlah (jumlah) anaknya. Dan berkahilah apa yang Engkau telah berikan kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih).

Rasulullah saw. juga bersabda dalam hadis yang lain, “Nikahilah wanita yang pengasih dan punya banyak keturunan karena aku sangat berbangga karena sebab kalian dengan banyaknya pengikutku.” (HR Abu Daud dan An-Nasa’i).

Sungguh, banyak sekali keutamaan yang diberikan oleh Allah Swt. terkait dengan memiliki anak, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai umat yang beriman, hendaknya kita senantiasa berusaha sami’naa wa ‘atha’naa. Keimanan adalah tanpa banyak dalih yang justru memberi kesempatan setan untuk menyesatkan.
Wallahu'alam bi ash-shawwab

Oleh: Kartini
Aktivitas: Ibu Rumah Tangga

Halaman:
1
2
3

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

PMK Merebak, Ini Solusi dari Perspektif Islam

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:16 WIB

Propaganda Kaum Sodom Menghantui Generasi

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:28 WIB

Agar Potret Pendidikan Tak Lagi Suram

Selasa, 22 Maret 2022 | 16:04 WIB

Jaminan Kesehatan Rakyat Tanpa Syarat

Rabu, 2 Maret 2022 | 22:48 WIB

OTT KPK Yang Kian Masif

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:25 WIB

Firli Bahuri: Aku Rindu Ibu

Jumat, 24 Desember 2021 | 19:41 WIB

Banjir Rutin Datang Menerpa, Saatnya Berbenah

Selasa, 16 November 2021 | 09:06 WIB

Ini Pentingnya Investasi Bagi Generasi Milenial

Minggu, 7 November 2021 | 13:10 WIB
X