Tanggapan Firli Bahuri Soal Kurikulum Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Jawa Tengah

- Kamis, 1 Desember 2022 | 21:28 WIB
Tanggapan Firli Bahuri Soal Kurikulum Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Jawa Tengah. (Dok/Jateng.go.id)
Tanggapan Firli Bahuri Soal Kurikulum Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Jawa Tengah. (Dok/Jateng.go.id)

DOBRAK.CO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menginisiasi bupati/ wali kota se-Jawa Tengah untuk menerapkan kurikulum pendidikan Antikorupsi di sekolah-sekolah.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Ketua KPK RI, Firli Bahuri saat acara pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Surabaya, Kamis (1/12/2022).

“KPK memang mendorong dalam rangka pendidikan sosialisasi kampanye Antikorupsi. Karena itu KPK meminta kepada seluruh kepala daerah, untuk memberikan pembelajaran materi antikorupsi baik itu SD, SMP dan SMA,” ujar Firli Bahuri.

Lantaran sekolah-sekolah itu merupakan kewenangan masing-masing daerah, papar dia, diharapkan tiap kepala daerah ikut ambil peran dalam penerapan kurikulum pendidikan tersebut.

Baca Juga: Pesan Jokowi ke Kepala BPN: Berantas Mafia Tanah, Jangan Kasih Ampun

“Karena itu ada di bawah kewenangan gubernur, bupati, wali kota, maka mereka tentu kita harapkan andil besar. Mereka dari itulah akan menimbulkan sumbangsih kepala daerah dalam menanamkan nilai-nilai integritas untuk menghindari korupsi, sekaligus upaya pemberantasan nyata korupsi yang dilakukan kepala daerah,” tegasnya.

Sementara itu, sampai saat ini di Jawa Tengah sudah ada 23 SMA dan SMK negeri yang menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi. Yaitu, SMAN 2 Salatiga, SMAN 15 Semarang, SMKN 1 Purwodadi Kabupaten Grobogan, SMKN 2 Kendal, SMKN Jateng di Kota Semarang.
Ada juga, SMAN 1 Pati, SMKN 2 Jepara, dan SMKN Jateng di Kabupaten Pati. Selanjutnya, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Karanganyar Kabupaten Karanganyar, SMKN 1 Wonosegoro Kabupaten Boyolali, dan SMKN 2 Sukoharjo.

Baca Juga: Diperintah Ferdy Sambo, Bharada E Berbohong kepada Kapolri Soal Kasus Brigadir J

Selain itu, SMAN 1 Magelang Kota Magelang, SMAN 1 Purworejo, SMKN 1 Gombong Kebumen, SMKN 1 Temanggung, SMAN 1 Sigaluh Banyumas, SMKN 1 Purwokerto Banyumas, SMKN Jateng di Kabupaten Purbalingga, SMAN 1 Pekalongan Kota Pekalongan, SMAN 1 Brebes, SMKN 2 Pekalongan Kota Pekalongan, dan SMAN 1 Slawi Kabupaten Tegal.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, pendidikan anti korupsi di sekolah menjadi salah satu upaya pemberantasan sejak dini. Ganjar menilai, dari setiap pelajaran, pendidikan antikorupsi bisa dilakukan.

Halaman:

Editor: Heidi Magdalena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X