• Selasa, 6 Desember 2022

KKP Gandeng Mitra Konservasi Kelola Terumbu Karang di Sulsel

- Jumat, 25 November 2022 | 10:03 WIB
KKP Gandeng Mitra Konservasi Kelola Terumbu Karang di Sulsel. (Dok/KKP.go.id)
KKP Gandeng Mitra Konservasi Kelola Terumbu Karang di Sulsel. (Dok/KKP.go.id)

DOBRAK.CO - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan penandatanganan perjanjian kemitraan dengan PT MARS Symbioscience Indonesia untuk pengelolaan terumbu karang di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo yang menyaksikan secara virtual penandatanganan tersebut menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk komitmen KKP dalam melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap kegiatan restorasi dan rehabilitasi terumbu karang semakin efisien dan efektif guna mencapai target yang telah ditetapkan. Kemitraan ini akan dijadikan model untuk lokasi lain sehingga seluruh kawasan konservasi terutama ekosistem terumbu karang di Indonesia dapat kita jaga untuk kesehatan laut yang semakin baik,” ujar Victor.

Baca Juga: Sidang Kasus Brigadir J: Hakim Perintahkan Jaksa Panggil Paksa 2 Mantan Anak Buah Ferdy Sambo

“Target luas kawasan konservasi tahun 2024 sebesar 26,9 juta hektare dan saat ini telah tercapai target luas kawasan konservasi sebesar 28,4 juta hektare. Tanggung jawab Indonesia kepada dunia adalah menargetkan pada tahun 2045 terdapat kawasan konservasi seluas 97,5 juta hektar atau sekitar 30% dari luas perairan Indonesia,” lanjutnya.

Selain urgensi mengenai capaian kawasan konservasi, menurut Victor ekosistem terumbu karang berperan penting bagi kehidupan biota laut dan manusia. Tak hanya memberikan manfaat ekologi, terumbu karang juga menguntungkan bagi masyarakat di sekitar pesisir pantai dari sisi ekonomi. Oleh karenanya, terumbu karang perlu dijaga kualitasnya disebabkan kerentanannya terhadap dampak perubahan iklim dan kerusakan akibat ulah manusia.

Sementara itu, Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi menerangkan BKKPN Kupang rutin melakukan pemantauan, rehabilitasi dan restorasi terumbu karang di 8 (delapan) wilayah kerjanya.

“Setiap tahun kami melakukan rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas ekosistem terumbu karang. Melalui perjanjian kemitraan ini, tentunya kami berharap PT. MARS Symbioscience Indonesia dapat berkolaborasi untuk pengelolaan terumbu karang. Demikian juga dari segi ekonomi, ini dapat membantu masyarakat sekitar menjadi salah satu mata pencaharian alterrnatif yang dapat dikembangkan,” tutupnya.

Baca Juga: Resmi, Raja Malaysia Tunjuk Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Jepang Siaga Tsunami?

Senin, 5 Desember 2022 | 08:59 WIB

Jokowi Tekankan 5 Hal Terkait Pemilu 2024, Apa Saja?

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:35 WIB

KKP Fokus Tingkatkan Kualitas SDM KP di Tahun 2023

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:00 WIB
X