• Selasa, 6 Desember 2022

Wajib Tahu, Ini Sejarah Peringatan Hari Guru Nasional

- Rabu, 23 November 2022 | 17:16 WIB
Ilustrasi Hari Guru Nasional (Freepik/ freepik)
Ilustrasi Hari Guru Nasional (Freepik/ freepik)

DOBRAK.CO - Sebagaimana yang diketahui bahwa Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November.  

Bersamaan dengan itu pula diperingati sebagai Hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Meskipun Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, namun tetap dirayakan meski dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Guru di Indonesia disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada tanggal 25 November 1994, dengan sebuah Keputusan Presiden, yaitu Kepres Nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Sementara, Sejarah Hari Guru di Indonesia berawal dari adanya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Baca Juga: Ini Alasan Polisi Belum Ringkus Pelaku Penggungah Foto yang Hina Iriana Jokowi

PGHB adalah organisasi perjuangan para guru pribumi pada masa pemerintahan Hindia – Belanda yang berdiri pada tahun 1912. Para anggota tersebut berasal dari latar pendidikan yang berbeda-beda.

Pada umumnya, anggota yang tergabung dalam PGHB bertugas di sekolah desa serta sekolah rakyat. Akan tetapi, tidak mudah bagi PGHB untuk memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang berbeda.

Selain PGHB, berkembang juga organisasi guru lainnya yaitu Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), dan Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Katolieke Onderwijsbond (KOB), Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Para guru tersebut selalu berusaha dalam memperjuangkan persamaan hak dan posisi mereka terhadap Pemerintah Hindia – Belanda. Perjuangan mereka menghasilkan Kepala HIS, yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah dan dijabat oleh orang Indonesia.

Halaman:

Editor: Heidi Magdalena

Tags

Terkini

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Jepang Siaga Tsunami?

Senin, 5 Desember 2022 | 08:59 WIB

Jokowi Tekankan 5 Hal Terkait Pemilu 2024, Apa Saja?

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:35 WIB

KKP Fokus Tingkatkan Kualitas SDM KP di Tahun 2023

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:00 WIB
X