• Selasa, 6 Desember 2022

Gelapkan Dana Kemanusiaan, 2 Petinggi ACT Minta Dibebaskan

- Rabu, 23 November 2022 | 14:13 WIB
ACT (Dok.ACT)
ACT (Dok.ACT)

DOBRAK.CO - Dua terdakwa dalam kasus dugaan penggelapan dan penyelewengan dana yang dilakukan oleh yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar dan Hariyana Hermain, meminta untuk dibebaskan.

Keduanya didakwa melakukan penyelewengan dana kemanusiaan dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) untuk keluarga korban kecelakaan Lion Air 610.

“Tuntutannya intinya supaya surat dakwaan dibatalkan dan kemudian terdakwa bisa lepas dari tahanan tuntutannya,” ujar kuasa hukum terdakwa, Virza Roy, Selasa (22/11/2022).

Virza mempermasalahkan pengenaan pasal kepada kliennya seperti yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Baca Juga: Polri Tetapkan Pemilik CV Samudera Chemical Tersangka Kasus Gagal Ginjal

“Pasal 372 kan harus mengharuskan ada syarat siapa korban di sini. Ibu Yana maupun Pak Ibnu kan bukan secara pribadi untuk melakukan kontrak dengan BCIF. Jadi, siapa yang menjadi korban itu kan enggak jelas, kontrak dilakukan antar badan hukum Yayasan ACT dengan Boeing,” ucap Virza.

Lebih lanjut, Virza juga menuding surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) cacat hukum lantaran ahli waris disebut tidak pernah mempersoalkan penggunaan dana dari BCIF tersebut.

“Baik BCIF maupun ahli waris tidak pernah melakukan upaya-upaya hukum maupun keberatan terhadap Yayasan ACT, artinya sebenarnya siapa yang menjadi korban dalam perkara ini. Itu menjadi pertanyaan, surat dakwaan itu cacat menurut kami, mengenai korban tidak jelas,” tuturnya.

Baca Juga: Menaker Ida Nilai Business Matching Penting Fasilitasi Sinergi TKM dengan Mitra Usaha

Halaman:

Editor: Heidi Magdalena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Jepang Siaga Tsunami?

Senin, 5 Desember 2022 | 08:59 WIB

Jokowi Tekankan 5 Hal Terkait Pemilu 2024, Apa Saja?

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:35 WIB

KKP Fokus Tingkatkan Kualitas SDM KP di Tahun 2023

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:00 WIB
X