• Selasa, 6 Desember 2022

Pantau 'Volatile Food', Ganjar Pranowo Ajak Borong Produk Petani

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:06 WIB
Pantau 'Volatile Food', Ganjar Pranowo Ajak Borong Produk Petani. (Dok/Jatengprov.go.id)
Pantau 'Volatile Food', Ganjar Pranowo Ajak Borong Produk Petani. (Dok/Jatengprov.go.id)

DOBRAK.CO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajak bupati dan wali kota di wilayahnya agar memantau komoditas pangan bergejolak (volatile food). Langkah Operasi Pasar (OP) dan penyerapan produk tani oleh ASN, akan dilakukan untuk melindungi petani, serta tidak memberatkan konsumen.

Menurut Ganjar Pranowo, saat ini harga sejumlah komoditas sedang bergejolak. Bahkan, ada harga sayuran yang sedang anjlok, seperti tomat, sawi, dan kubis. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pihak turut campur dalam penstabilan harga.

Secara internal, Ganjar mengerahkan ASN Pemprov Jateng, agar memborong tiga volatile food itu, guna membantu asa para petani untuk terus bertani.

“Cabe naik turun, begitu pula bawang merah, tapi sudah cukup stabil. Tapi, tiga komoditas seperti kol, tomat, sawi harganya turun drastis. Kita coba gerakkan biar petani tidak sakit-sakit amat. Kita ingin borong (produk petani) dari kita (ASN), kalau harganya saat ini Rp500 per kilogram, tapi harapan mereka (petani) bisa Rp2.000 per kilogram (sesuai harga keekonomian). Kita bangun solidaritas bersama,” ujarnya saat memimpin rapat antar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Ghradhika Bakti Praja, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Bekuk Komplotan Geng Motor di Bekasi, Polisi Amankan 10 Senjata Tajam

Pertemuan antarinstansi dan pimpinan pemkab/pemkot ini, dilakukan untuk merespon kondisi wilayah dan dampak kenaikan harga BBM.

Selain itu, untuk menekan inflasi, Ganjar mengajak pemerintah daerah segera membelanjakan APBD. Ia berpesan agar ada pemantauan khusus terutama pada aplikasi SiHati (Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi) guna menentukan langkah intervensi yang tepat.

Ganjar juga mengajak agar pemerintah kabupaten dan pemkot melakukan langkah strategis, seperti Operasi Pasar. Hal itu dilakukan agar daya beli konsumen terjaga. Untuk melindungi petani, bisa dilakukan dengan memberi subsidi transportasi dan subsidi harga.

“Untuk menjaga (menekan) inflasi, sekarang kan APBD perubahan sudah diketuk, (disetujui), sementara murni kemarin masih ada, segera belanjakan untuk menanggulangi inflasi,” jelas Ganjar.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Duh, Bus DAMRI di Kota Bandung Banyak Mati Pajak

Minggu, 4 Desember 2022 | 10:34 WIB
X