• Selasa, 4 Oktober 2022

Ma'ruf Amin Minta Pelajar Muhammadiyah Bantu Jaga Komitmen Kebangsaan

- Jumat, 23 September 2022 | 11:44 WIB
Ma'ruf Amin Minta Pelajar Muhammadiyah Bantu Jaga Komitmen Kebangsaan. (Dok/BPMI Setwapres)
Ma'ruf Amin Minta Pelajar Muhammadiyah Bantu Jaga Komitmen Kebangsaan. (Dok/BPMI Setwapres)

DOBRAK.CO - Visi Indonesia Emas pada 2045 yakni Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur, salah satunya hanya akan terwujud apabila didukung kondisi kebangsaan yang kondusif.

Oleh karenanya, penguatan komitmen kebangsaan menjadi sangat penting, terutama dengan menjaga Pancasila, UUD 1945, dan NKRI sebagai konsensus/kesepakatan nasional.

Untuk itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ikut berkontribusi aktif dalam mencegah munculnya paham radikalisme maupun sikap intoleran sebagai upaya menjaga komitmen kebangsaan.

Tentunya melalui berbagai kegiatan baik yang bersifat kontra radikalisme terhadap mereka yang belum terpapar maupun deradikalisasi terhadap mereka yang telah terpapar.

“Seraya mengembangkan dakwah kesejukan sesuai dengan ajaran Islam Wasathiyah yang rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat dan bekerja sama dengan Pemerintah untuk merawat harmoni dan persatuan bangsa,” pinta Wapres saat memberikan Sambutan Kunci secara virtual pada acara Tanwir IPM dari Kediaman Resmi Wapres di Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Kamis (22/09/2022).

Baca Juga: Kisah Hikmat Primadi, Raih Omset Berlipat Berkat Sertifikasi Halal Gratis

Lebih lanjut, Wapres menjelaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, oleh para ulama disebut sebagai al-mitsaq al wathany (kesepakatan nasional). Atas dasar hal tersebut, ia pun menyebut Indonesia sebagai Darul Mitsaq (negara kesepakatan) yang menurutnya dalam bahasa Muhammadiyah disebut sebagai Darul ‘ahdi was-syahadah.

“Dalam setiap upaya yang kita lakukan untuk memperbaiki umat (islahu ummat) baik dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan lainnya, kita harus berada dalam bingkai kesepakatan nasional tersebut,” harapnya.

Artinya, tutur Wapres, segala upaya dalam membangun bangsa harus terus dalam koridor kesepakatan nasional.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Pemerintah Bentuk TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:10 WIB
X