• Selasa, 4 Oktober 2022

Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:03 WIB
Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang. (Dok/jabarprov.go.id)
Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang. (Dok/jabarprov.go.id)

DOBRAK.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Gerak Cepat (Gercep) lakukan penanganan kasus gizi buruk yang terjadi di Kecamatan Parung Panjang.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Agus Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kasus gizi buruk atas nama AM berusia 7 tahun, warga Parung Panjang, pada bulan Juni 2022.

Dinkes bersama dengan Puskesmas setempat secara berkala memantau perkembangan kesehatan pasien AM dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta rutin, dan melakukan penimbangan berat badan pasien AM.

"Kami sudah menerima laporan adanya kasus gizi buruk pada bulan Juni 2022. Kronologisnya, ada laporan dari kader kami di lapangan yang melakukan penimbangan berat badan pasien AM," sebut Agus Fauzi.

Baca Juga: Indonesia dan Arab Saudi Tandatangani Pilot Project Sistem Penempatan Satu Kanal

Ia menjelaskan, berdasarkan dari timbangan berat badan AM, ditemukan bahwa AM diidentifikasi menderita kasus gizi buruk. Atas dasar tersebut Dinkes bersama dengan Puskesmas setempat melakukan kunjungan ke rumah pasien AM, kemudian dilakukan pemeriksaan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta disarankan pasien AM secara rutin dan berkala untuk kontrol kesehatan.

"Tidak hanya itu, tim juga melakukan edukasi sosialisasi pola gizi yang sehat. Kami juga rutin melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat untuk memantau perkembangan pasien AM", jelas Agus.

Agus Fauzi menambahkan, pihaknya kehilangan kontak dengan keluarga pasien AM pada bulan Juli, dikarenakan alamat domisili keluarga pasien AM yang tidak tetap. Selanjutnya, di bulan yang sama, Dinkes juga mendapatkan laporan gizi buruk atas nama pasien yang sama yaitu AM berusia 7 tahun.

"Kami terkendala dengan alamat domisili pasien berubah-ubah karena keluarga pasien tinggal mengontrak. Karena hal tersebut, akhirnya kami kehilangan kontak dengan pasien pada bulan Juli," tambahnya.

Tetapi, terang Agus, pada bulan yang sama, kami juga mendapatkan laporan gizi buruk atas nama pasien yang sama yaitu AM. Kemudian Dinkes bersama dengan Puskesmas dan aparat desa setempat segera menindaklanjuti laporan tersebut, karena memiliki histori atas kasus gizi buruk.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Ulang Tahun ke-53, Ridwan Kamil Beri Pesan Mendalam

Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:39 WIB

Momen Uu Ruzhanul Naik Vespa Antik Pakai Batik

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:24 WIB
X