• Kamis, 19 Mei 2022

Kunker ke AS, Jokowi Bersama Chairman dan CEO Air Products TIndak Lanjuti Rencana Investasi

- Jumat, 13 Mei 2022 | 05:26 WIB
Kunker ke AS, Jokowi Bersama Chairman dan CEO Air Products TIndak Lanjuti Rencana Investasi. (Dok/BPMI Setpres)
Kunker ke AS, Jokowi Bersama Chairman dan CEO Air Products TIndak Lanjuti Rencana Investasi. (Dok/BPMI Setpres)

DOBRAK.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi, di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, Kamis (12/05/2022).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya implementasi rencana investasi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

“Saya menyambut baik penandatanganan MoU di Dubai, November 2021 yang lalu. Sebagai implementasi rencana tersebut pada 24 Januari lalu, saya telah lakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME di Bukit Asam. Saya berharap semua rencana investasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” ucap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Agoda, Kemenparekraf Bakal Optimalkan Promosi Pariwisata Indonesia

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui usai pertemuan mengatakan, dari rencana investasi Air Products sebesar 15 miliar Dolar AS, untuk saat ini sudah terealisasi tahap pertama sebesar 7 miliar Dolar AS.

“Adalah proyek DME, metanol di Balongan, dan mau membangun juga metanol di Cepu, sisanya kita akan bikin hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara,” ucap Bahlil.

Bahlil juga menyampaikan, dari hasil diskusi Presiden dengan CEO Air Products, terdapat juga rencana akan membangun industri dari hulu ke hilir di bidang petrokimia.

Baca Juga: SMSI Kecam Keras Penembakan Wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh

“Sekarang tugasnya adalah pemerintah Indonesia harus segera mengeksekusi. Karena uangnya sudah ada, proyeknya sudah ada. Saya pikir pertemuan hari ini dengan Bapak Presiden dengan Pak Seifi ini menunjukkan bahwa investasi di Indonesia tidak hanya dikuasai suatu negara tertentu tapi sudah merata,” ujar Bahlil.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

X