• Kamis, 19 Mei 2022

SMSI Kecam Keras Penembakan Wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh

- Kamis, 12 Mei 2022 | 22:16 WIB
Jurnalis senior Al Jazeera Shireen Abu Akleh. (Instagram.com/@shireenabuakleh)
Jurnalis senior Al Jazeera Shireen Abu Akleh. (Instagram.com/@shireenabuakleh)

DOBRAK.CO - Wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan tentara Israel di tenda pengungsi Kota Jenin, Tepi Barat (West Bank) yang saat ini telah diduduki oleh Israel.

Menanggapi hal tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) pun mengecam keras tindakan yang dilakukan hingga menyebabkan Shireen Abu Akleh harus kehilangan nyawanya.

Padahal saat itu Shireen mengenakan rompi bertuliskan “PERS” dan mengenakan helm. Mestinya, tentara Israel tahu dia wartawan yang tengah bertugas.

Pihak militer Israel sempat menolak tuduhan penembakan wartawan tersebut. Bahkan militer Israel menuding Palestina yang melakukan penembakan.

Namun Kepala Biro Al-Jazeera Walid Al-Omary di Ramallah menerangkan, tidak ada penembakan oleh orang-orang bersenjata di Palestina.

Baca Juga: Bio Farma dan MDI Ventures Buka Layanan Modal untuk Startup Kesehatan

“Itu tindakan teror besar terhadap wartawan. Jelas itu tindakan biadab terhadap wartawan yang bertugas untuk kepentingan umum. Penembak jelas melawan hak asasi manusia yang melindungi wartawan, dan sekaligus melecehkan pers seluruh dunia yang baru saja memperingati Hari Kebebasan Pers se-Dunia. Kami minta Persatuan Bangsa-Bangsa memberi perhatian khusus pada kasus penembakan wartawan tersebut,” kata Ketua Umum SMSI, Firdaus, Kamis, 12 Mei 2022 dalam siaran pers menanggapi penembakan wartawan di Tepi Barat.

Menurut Firdaus, apa yang dilakukan tentara terhadap wartawan Shireen jelas melanggar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) tahun 1948.

Pasal 19 DUHAM menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengemukakan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan gagasan melalui media apa pun dan tidak memandang batas-batas”.

Sebagaimana diberitakan Anadolu News Agency, 11 Mei 2022, Shireen ditembak di bagian wajahnya sehingga menghembuskan napas terakhir. Sementara seorang wartawan lainnya, Ali Al-Samoudi dari surat kabar Quds tertembak di bagian punggungnya, dan harus dirawat.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X