• Kamis, 19 Mei 2022

IDF Kecam Insiden Tewasnya Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh

- Kamis, 12 Mei 2022 | 19:44 WIB
Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, terbunuh oleh Zionis Israel.  (Al Jazeera)
Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, terbunuh oleh Zionis Israel. (Al Jazeera)

DOBRAK.CO - Kabar duka datang dari dunia jurnalistik internasional. Pasalnya insiden penembakan yang dialami oleh Shireen Abu Akleh seorang jurnalis wanita dari Al Jazeera menambah deret panjang aksi kekerasan terhadap para pewarta berita.

Terkait hal ini, Panglima Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Aviv Kohavi telah menyesalkan terjadinya penembakan yang menewaskan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh di Tepi Barat. Aviv Kohavi pun berjanji akan segera menyelidiki insiden penembakan tersebut.

Diketahui bahwa Abu Akhleh (51) tewas akibat luka tembak di kepala saat meliput operasi tentara Israel di kota Jenin.

Berdasarkan video yang beredar luas, Abu Akleh tampak mengenakan rompi pers dan helm yang mengidentifikasi bahwa dirinya sebagai seorang jurnalis.

Baca Juga: Polri Siapkan Mitigasi untuk Cegah Penyebaran PMK Hewan Ternak

Terkait insiden ini, warga Palestina menyalahkan Israel atas kematian jurnalis Al Jazeera tersebut. Sedangkan, para pejabat Israel menuduh warga Palestina yang melepaskan tembakan secara membabi buta.

"Dalam kegiatan [IDF] semalam, orang-orang Palestina melakukan tembakan meluas ke pasukan kami, tembakan liar dan membabi buta ke segala arah. Wartawan yang terbunuh berada di dalam area pertempuran," tutur Kohavi, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com pada, Kamis, 12 Mei 2022.

Pimpinan IDF ini menjelaskankan tidak mengetahui siapa pembunuh jurnalis Al Jazeera tersebut.

Meski sebelumnya telah ada pernyataan dari  pejabat Israel yang mengklaim jurnalis Abu Akleh “kemungkinan” terkena peluru Palestina.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X