• Selasa, 7 Desember 2021

Sukses Kembangkan Sistem Pamsimas, Lima Kades Didaulat Jadi Narasumber Workshop Best Practice

- Senin, 18 Oktober 2021 | 09:47 WIB
Sukses Kembangkan Sistem Pamsimas, Lima Kades Didaulat Jadi Narasumber Workshop Best Practice. (kemendagri.go.id)
Sukses Kembangkan Sistem Pamsimas, Lima Kades Didaulat Jadi Narasumber Workshop Best Practice. (kemendagri.go.id)

DOBRAK.CO - Kepala Desa (Kades) dari lima desa peserta program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), terpilih untuk menjadi narasumber kegiatan Workshop Best Practice Kerja Sama Desa dengan Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS). Kegiatan diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) di Hotel Hariston. Minggu (17/10/2021).

Adapun lima desa terpilih yakni Desa Sukogelap, Kecamatan Kemiri, Purworejo, Jawa Tengah; Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur; Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali; Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Bandung, Jawa Barat; serta Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan; para kepala desa tersebut hadir untuk berbagai kisah suksesnya menangani program Pamsimas.

Kegiatan Workshop ini merupakan bentuk nyata tugas Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemdes sebagai salah satu instansi pengelola Pamsimas pusat yang berkewajiban membina pemerintah daerah desa dalam mendukung program Pamsimas. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemdes Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengingatkan peserta bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan, ”Pemenuhan air minum dan sanitasi yang merupakan bagian dari pelayanan dasar di bidang kesehatan adalah satu dari urusan wajib Pemerintah Daerah.”

Diketahui, program Pamsimas sudah berlangsung sejak 2008 dan telah berhasil menyediakan penambahan akses air minum bagi 22,1 juta jiwa serta akses sanitasi bagi 16,4 juta jiwa di lebih dari 30 ribu desa yang tersebar di penjuru Indonesia. Sementara itu, program Pamsimas yang sudah berada pada tahap III ini akan berakhir di Desember 2021. Untuk itu, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan sarana dan prasarana Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) yang sudah dibangun tetap berfungsi dengan baik. Saat ini, sejumlah sarana yang tersebar di 28.536 desa (88,05 persen) berfungsi baik, 2.288 desa (7,06 persen) berfungsi sebagian, dan hanya sebagian kecil saja atau 4,89 persen (1.586 desa) yang tidak berfungsi.

Baca Juga: Bisnis Online Semakin Legit, Kemenperin Pacu IKM Go Digital

Berkaitan dengan hal tersebut, Dirjen Bina Pemdes Yusharto menekankan pentingnya tugas pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten selaku pembina dan pengawas desa untuk terus mendorong Pemerintah Desa agar meningkatkan kegiatan pembangunan sarana air minum dan sanitasi, dalam upaya memelihara, mengembangkan ataupun memperluas jaringan yang sudah dibangun agar terus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

"Salah satu mekanisme yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut pasca berakhirnya program Pamsimas, adalah melalui kerja sama desa dengan KPSPAMS sebagai Pihak Ketiga sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 96 Tahun 2017 tentang Kerja Sama Desa di Bidang Pemerintahan Desa, di mana contoh-contoh terbaiknya sudah dilakukan oleh kelima desa yang diundang,” ulasnya.

Seperti ditegaskan lagi oleh Plt. Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Desa Ditjen Bina Pemdes Lutfi dalam laporannya sebagai ketua panitia kegiatan, Workshop ini bertujuan untuk menumbuhkan komitmen Pemda Provinsi dalam melakukan pembinaan kepada aparatur pemerintah Kabupaten dan Desa terkait pengelolaan dan pengembangan SPAMS melalui Kerja Sama Desa.

"Kami berharap, pengalaman-pengalaman terbaik dari kelima desa yang diundang ini dapat memberikan informasi dan menginspirasi peserta dalam pengelolaan dan pengembangan SPAMS di perdesaan untuk mendukung target pemerintah mencapai akses universal air minum dan sanitasi layak pada tahun 2024, sesuai yang dicanangkan dalam RPJMN 2020-2024," kata Lutfi.

Kelima Kades terpilih membagikan pengalaman mereka kepada 150 peserta Workshop yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) 33 provinsi yang menangani program Pamsimas tingkat provinsi, yaitu Bappeda, Dinas PMD, Dinas PUPR, dan Dinkes serta perwakilan dari beberapa desa Pamsimas lainnya beserta pendamping dari tingkat kecamatan dan kabupaten desa-desa tersebut. (*)

Halaman:

Editor: Alvian Hamzah

Tags

Terkini

BPLJSKB Bekasi Perlu Tingkatkan SDM yang Berkompeten

Senin, 6 Desember 2021 | 20:54 WIB

Hergun: Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa Pandemi

Senin, 6 Desember 2021 | 20:36 WIB

HNW Apresiasi Lomba Baca Kitab Kuning Di DKI Jakarta

Senin, 6 Desember 2021 | 19:49 WIB

Obras KaIN PKK Ulas Tips Ibu Siapkan Makanan Bergizi

Senin, 6 Desember 2021 | 18:56 WIB
X