Tragedi Kanjuruhan dan Awal Kompetisi Sepakbola Indonesia

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:59 WIB
Hendry Ch Bangun: Tragedi Kanjuruhan dan Awal Kompetisi Sepakbola Indonesia. (Dok/ist)
Hendry Ch Bangun: Tragedi Kanjuruhan dan Awal Kompetisi Sepakbola Indonesia. (Dok/ist)

DOBRAK.CO - Kita berdukacita atas tragedi yang menewaskan 134 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, buntut dari pertandingan Persebaya dengan Arema, hari Sabtu 1 Oktober 2022.

Mari kita mendoakan agar arwah mereka diterima baik di sisiNya dan semoga kejadian menyedihkan seperti itu tidak terjadi lagi di negara kita, atau dimana pun.

Bermain sepakbola mestinya adalah peristiwa menggembirakan sehingga baik pemain maupun penonton harus  menerima hasil dengan apa adanya, walaupun ada sisi persaingan untuk mendapatkan kemenangan dari dua tim yang bermain di lapangan. Dan kita menyaksikan pertandingan di liga-liga  besar di Eropa, Amerika Latin ataupun Asia, Afrika, sportivitas sangat dijaga.

Hal itu antara lain ditunjukkan oleh pemain, yang kalah ataupun menang, yang menyampaikan terima kasih ke pendukung mereka. Tentu saja selalu ada penyimpangan dan dampak, tapi itu sangat sedikit.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Di Indonesia, seperti juga di kebanyakan negara di dunia, sepakbola adalah olahraga popular yang disukai siapapun, tua muda, laki-laki atau perempuan, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Baca Juga: Fakta Baru, Tiket Arema vs Persebaya Lebihi Kapasitas Stadion

Entah kapan mulai masuknya ke negeri ini, tetapi  karena ini olahraga orang Eropa, diyakini bahwa yang membawanya adalah Belanda, ketika mereka masuk dan kemudian menguasai Hindia Belanda.

Menurut penelurusan yang saya lakukan belasan tahun lalu, meskipun sudah ada permainan sepakbola di kampung-kampung, pertandingan “resmi” antarperkumpulan baru dimulai pada tahun 1906.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Tetangga Tercinta

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:12 WIB

Stunting Makin Genting, Butuh Solusi Penting

Jumat, 20 Januari 2023 | 18:00 WIB

Jokowi, Hariman dan Malari

Senin, 16 Januari 2023 | 07:14 WIB

Bambang Melga Suprayogi: Patok Doa Karuhun

Minggu, 15 Januari 2023 | 08:44 WIB

Menyoal Arah Pemberdayaan Perempuan Saat Ini

Selasa, 3 Januari 2023 | 21:50 WIB

Kota Bandung dalam Cengkraman Narkoba

Senin, 12 Desember 2022 | 09:27 WIB

Islam Menjaga Nilai Kemanusiaan

Kamis, 8 Desember 2022 | 17:21 WIB

Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Derita Peternak Ayam, Salah Siapa?

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:54 WIB

Perlunya Ngaji

Jumat, 14 Oktober 2022 | 19:51 WIB
X