• Selasa, 6 Desember 2022

Banyak Remaja Menjadi Pelaku dan Korban Perundungan, Apa Kabar Dunia Pendidikan?

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:20 WIB
Ilustrasi perundungan anak (Istimewa )
Ilustrasi perundungan anak (Istimewa )

DOBRAK.CO - Tersebar luasnya video perundungan seorang anak difabel di media sosial membuat teriris hati para ibu. Betapa tidak, anak difabel tersebut mengalami perlakuan tidak manusiawi dari sejumlah remaja lain yang sempurna secara fisik. Namun, memiliki perilaku yang rendah secara moral.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh sekolah menengah kejuruan (SMK) di daerah itu menjadi sekolah ramah anak, karena sampai saat ini dari 2.800 lebih SMK, baru 28 persen yang sudah ramah anak.

" Dari evaluasi yang kami lakukan 28 persen SMK di Jabar yang masuk sekolah ramah anak," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi di Cirebon, diambil dari artikel berita online.

Mirisnya, kasus perundungan seperti ini bukan kali pertama. Justru, marak terjadi di kalangan remaja yang masih usia sekolah. Kita mungkin masih ingat kasus seorang anak SD yang wafat karena depresi. Sebelumnya, ia dipaksa oleh teman-temannya melakukan hal tidak senonoh terhadap seekor kucing. Parahnya, kejadian tersebut direkam kemudian disebarkan di media sosial.

Baca Juga: Buntut Insiden Stadion Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan

Perundungan yang terus berulang menunjukkan masalah pendidikan yang hingga kini belum menemukan solusi. Alih-alih memiliki budi pekerti yang luhur, sikap dan moral para pelajar justru kian memprihatinkan. 

Seolah tidak diajarkan adab dan prilaku yang terpuji di sekolah. Para pelajar yang melakukan perundungan kepada sesama teman ini melakukan tindakan jauh dari nilai kemanusiaan. 
Hilangnya rasa empati di kalangan para pelajar dan generasi muda, disinyalir akibat dari pendidikan sistem sekuleris liberalis, dan inilah akar permasalahan sebenarnya.

Tentu, kasus perundungan yang dilakukan para remaja tidak muncul dengan sendirinya. Sekularisme meniadakan domain agama dalam mengatur kehidupan. Akibatnya, generasi kehilangan jati diri, terbawa arus gaya hidup sekuler liberal. Maraknya kasus perundungan hanyalah efek samping sistem pendidikan sekuler.

Adapun, solusi yang digulirkan saat ini yaitu berupa sekolah ramah anak, tentu jangan hanya menjadi slogan saja. Alih-alih mencari solusi dari akar permasalahannya,  namun kebanyakan justru sibuk dengan mencari solusi dengan cara pragmatis yang tidak solutif.

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Derita Peternak Ayam, Salah Siapa?

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:54 WIB

Perlunya Ngaji

Jumat, 14 Oktober 2022 | 19:51 WIB

Nasib Pekerja Fatal, Akibat PHK Massal

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:32 WIB

Berjodohlah dengan Kebaikan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 07:33 WIB

Buah Kehidupan yang Harus Ditafaquri

Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:50 WIB

Jalan Tengah Antara Usaha dan Takdir

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:42 WIB

Kita Medianya Tuhan

Kamis, 29 September 2022 | 06:47 WIB

PMK Merebak, Ini Solusi dari Perspektif Islam

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:16 WIB
X