• Selasa, 6 Desember 2022

Kita Medianya Tuhan

- Kamis, 29 September 2022 | 06:47 WIB
Bambang Melga Suprayogi M.Sn, Dosen Telkom University dan Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bandung, Jawa Barat.(foto:Ist.)
Bambang Melga Suprayogi M.Sn, Dosen Telkom University dan Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bandung, Jawa Barat.(foto:Ist.)

DOBRAK.CO - Cerita, kisah, hikayat, dongeng, semuanya itu bermuatan isi dengan makna-maknanya. Kita belajar dari semua apa yang kita dengar, kita memahami dan mengerti sesuatu, dari apa yang telah jadi pengalaman-pengalaman manusia sebelumnya.

Maka Tuhan memberi kita satu pembelajaran untuk bekal kehidupan, dari semua gambaran apa yang telah terjadi dimasa lalu, maupun masa sekarang, bahkan yang ada disekelilingnya sebagai sebuah pembelajaran kehidupan.

Manusia hanya tinggal mentafaqurinya saja, hidup sudah penuh dan sarat dengan media-media pembelajaran yang Tuhan tunjukan untuk kita bisa baca sebaik-baiknya, tentunya tinggal mau atau tidaknya kita merenungi setiap kejadian. Sehingga tidak terulang hal yang pernah terjadi di masa lalu.

Manusia memerlukan media sebagai pengantar pesan untuk bisa kita terima informasi apa yang disampaikan, Kitab-kitab suci jelas itu medianya Tuhan, didalamnya banyak informasi, petunjuk, pembelajaran-pembelajaran kisah masa lalu, larangan, dan berita gembira. Pun begitu, kumpulan karya-karya manusia masa lalu yang tercatat, atau pun hikayat-hikayat yang disampaikan lewat tutur yang masih kita dengar lewat penyampaian secara verbal, komunikasi langsung dengan lisan maupun tertulis, itu merupakan media.

Lantas kita manusia itu sendiri sebagai apa ?

kita pelaku, yang berperan sebagai pelakon kehidupan.
Baik atau buruknya kita adalah sesuatu yang bisa orang lihat, dan di ambil pembelajarannya.

Jika kita baik, berkontibusi besar bagi kehidupan, maka kita telah melakukan amal soleh, yang semuanya itu direkam dalam catatan ingatan manusia, sehingga kita bisa menjadi sumber inspirasi, rujukan, referensi, dari adanya kebermanfaatan diri. Begitupun sebaliknya, manusia dengan kontribusi buruk, ia menjadi pembelajaran negatif yang sama tercatat dalam memory manusia di masanya, dan itu terus di ingat, sampai batas waktu tertentu.

Baca Juga: Rektor Unila Ditangkap KPK, Buya Anwar: Musibah Memalukan bagi Dunia Pendidikan

Manusia, atau kita, adalah medianya Tuhan !
Nabi, Rosul, orang-orang soleh, manusia-manusia mulia dan agung, adalah media yang digunakan Tuhan.

Halaman:

Editor: Destiana Dwi Pratiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Derita Peternak Ayam, Salah Siapa?

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:54 WIB

Perlunya Ngaji

Jumat, 14 Oktober 2022 | 19:51 WIB

Nasib Pekerja Fatal, Akibat PHK Massal

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:32 WIB

Berjodohlah dengan Kebaikan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 07:33 WIB

Buah Kehidupan yang Harus Ditafaquri

Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:50 WIB

Jalan Tengah Antara Usaha dan Takdir

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:42 WIB

Kita Medianya Tuhan

Kamis, 29 September 2022 | 06:47 WIB

PMK Merebak, Ini Solusi dari Perspektif Islam

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:16 WIB
X