• Selasa, 6 Desember 2022

Pelecehan Seksual di Pesantren Kembali Terulang, Simak Solusi Tuntas Penyelesaiannya

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 21:24 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual (Raf/HRC)
Ilustrasi pelecehan seksual (Raf/HRC)

DOBRAK.CO - Aksi tidak senonoh seorang pengajar di pesantren beberapa waktu yang lalu, kembali mencoreng dunia pendidikan agama Islam. Kelakuan bejat oknum ustaz di salah satu pesantren di kawasan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini pun membuat publik tidak habis pikir.

Padahal selama ini pesantren adalah tempat pendidikan pilihan masyarakat yang ingin anaknya mendapatkan ilmu agama islam yang mumpuni. Saat mengenyam pendidikan di lembaga umum dirasa tidak mencukupi.

Namun, sayang di alam kehidupan sekuler-kapitalistik seperti saat ini nampaknya tidak ada tempat yang aman dan terjamin bagi anak-anak penerus bangsa. Di pesantren yang identik dengan pemahaman agama yang mumpuni saja bisa terjadi pelecehan seksual, apalagi di tempat pendidikan lain. Pemahaman agama yang minim, ditambah kebebasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, menjadikan keniscayaan terjadinya pelecehan seksual.

Disinyalir, fenomena pelecehan di dunia pendidikan baik di pesantren maupun di lembaga pendidikan umum seperti fenomena gunung es. Berbagai kasus yang terungkap hanya sebagian kecil saja, daripada kasus yang tidak tercium media.

Baca Juga: Lagi, PSSI Jatuhkan Denda Rp50 Juta Pada Persib Bandung, Ini Penyebabnya

Saat menelaah lebih dalam, berbagai penyebab kerusakan moral para oknum pendidik tersebut, merupakan hasil dari penerapan sistem kehidupan yang diterapkan di negeri ini, yakni sekularisme kapitalisme yang melahirkan paham kebebasan atau liberalisme. Paham liberalisme inilah sejatinya penyebab maraknya pelecehan seksual yang berujung pada kejahatan seksual, termasuk di pesantren.

Liberalisme telah merasuk ke tubuh umat. Penyebarannya pun menyasar ke berbagai kalangan, tidak terkecuali dunia pesantren yang dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam. 

Liberalisme di dunia pesantren juga menyusup ke dalam pengkajian teks-teks keagamaan sehingga memunculkan penyelewengan pemahaman untuk membenarkan kesesatan berpikir pada oknum-oknum pendidik tersebut.

Jadi, jelas bahwa liberalisme adalah sumber pelecehan seksual, tidak terkecuali di pesantren. Selama liberalisme masih menjadi spirit dalam kehidupan, pelecehan seksual yang berujung kejahatan seksual tidak akan tuntas terselesaikan.

Menilik lebih dalam, berbagai kasus yang terjadi tidak bisa hanya dipandang sebagai masalah yang timbul di dalam lembaga ini saja sehingga perlu berbenah untuk menyelesaikannya. Pendidikan di sebuah lembaga tidak lepas dari pengaturan sistem pendidikan secara keseluruhan. 

Baca Juga: Viral, 2 Orang Pemuda Tendang ODGJ hingga Tertabrak Motor

Halaman:

Editor: Reza Fauzan

Tags

Terkini

Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

Selasa, 1 November 2022 | 08:56 WIB

Derita Peternak Ayam, Salah Siapa?

Senin, 31 Oktober 2022 | 08:54 WIB

Perlunya Ngaji

Jumat, 14 Oktober 2022 | 19:51 WIB

Nasib Pekerja Fatal, Akibat PHK Massal

Senin, 10 Oktober 2022 | 10:32 WIB

Berjodohlah dengan Kebaikan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 07:33 WIB

Buah Kehidupan yang Harus Ditafaquri

Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:50 WIB

Jalan Tengah Antara Usaha dan Takdir

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:42 WIB

Kita Medianya Tuhan

Kamis, 29 September 2022 | 06:47 WIB

PMK Merebak, Ini Solusi dari Perspektif Islam

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:16 WIB
X