• Selasa, 6 Desember 2022

Tekad Kuat Membela Tanah Air Sampai Mati, Begini Kiprah Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa

- Selasa, 7 Juni 2022 | 20:00 WIB
Pangeran Diponegoro (Wikipedia)
Pangeran Diponegoro (Wikipedia)

DOBRAK.CO - Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta. Beliau adalah putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono III memiliki nama asli Raden Mas Ontowiryo.

Pangeran Diponegoro dikenal secara luas karena memimpin Perang Diponegoro atau disebut sebagai Perang Jawa karena terjadi di tanah Jawa. Perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara.

Perang tersebut disebabkan Pangeran Diponegoro tidak menyetujui campur tangan Belanda dalam urusan kerajaan. Selain itu, sejak tahun 1821 para petani lokal telah menderita akibat penyalahgunaan penyewaan tanah yang dilakukan oleh warga Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Dikutip DOBRAk.CO dari situs Kemdikbud, pada tanggal 6 Mei 1823, Van der Capellen mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa per 31 Januari 1824 semua tanah yang disewa orang Eropa dan Tionghoa wajib dikembalikan kepada pemiliknya. Namun, pada saat itu pemilik lahan diwajibkan memberikan kompensasi kepada penyewa lahan Eropa.

Kemudian, Pangeran Diponegoro membulatkan tekad untuk melakukan perlawanan dengan cara membatalkan pajak Puasa agar para petani di Tegalrejo dapat membeli senjata dan makanan.

Pangeran Diponegoro semakin kecewa ketika Patih Danurejo atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya. Beliau kemudian bertekad melawan Belanda dan menyatakan sikap perang.

Pihak istana mengutus dua bupati keraton senior yang memimpin pasukan Jawa-Belanda pada hari Rabu, 20 Juli 1825 untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo sebelum perang pecah.

Pangeran Diponegoro dan sebagian besar pengikutnya berhasil lolos meskipun kediaman Pangeran Diponegoro jatuh dan dibakar. Hal itu terjadi karena lebih mengenal medan di Tegalrejo.

Pangeran Diponegoro beserta keluarga dan pasukannya bergerak ke barat hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulonprogo, lalu meneruskan ke arah selatan hingga keesokan harinya tiba di Goa Selarong yang terletak lima kilometer arah barat dari Kota Bantul.

Baca Juga: Tega Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda di Lebak Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Halaman:

Editor: Alvian Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dedi Suryadi, Tukang Sol Sekaligus Pelatih Silat

Kamis, 3 November 2022 | 19:38 WIB

Mantan Koki Nikmati Jualan Gorengan di Cimareme

Minggu, 16 Oktober 2022 | 19:42 WIB

Alfianto, Seniman Tari yang Mencintai Ciganitri

Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:45 WIB

Kisah Akiat, Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

Jumat, 16 September 2022 | 09:18 WIB

Elang Nurmansyah, Dari Sepakbola hingga Abdi Negara

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:12 WIB
X