Propaganda Kaum Sodom Menghantui Generasi

- Selasa, 17 Mei 2022 | 15:28 WIB
Carwiti, SPd, Penulis dan pengajar di Rumah Tahfidz Sahabat Qur'an(dok.pribadi)
Carwiti, SPd, Penulis dan pengajar di Rumah Tahfidz Sahabat Qur'an(dok.pribadi)

Tutorial Menjadi Gay di Indo! Begitulah judul podcast Deddy Corbuzier yang menuai kontroversi. Tak hanya judulnya yang tampak provokatif, kontennya pun amat berani seakan menantang umat Muslim di Indonesia. Bagaimana tidak, dalam podcast tersebut Deddy Corbuzier mengundang pasangan gay dan secara vulgar membahas seputar kehidupan serta hasrat seksual seorang gay.

Alhasil, netizen Indonesia pun banyak yang kecewa karena podcast tersebut telah memberi ruang ekspresi bagi pasangan elgebete. Petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun turut mengutuk konten tersebut. Melalui akun Twitternya, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengecam tayangan tersebut.

"Saya masih menganggap LGBT itu ketidaknormalan yang harus diobati bukan dibiarkan dengan dalih toleransi. Meskipun itu bawaan lahir itu bukan kodratnya. Manusia itu yang normal adalah laki berpasangan dengan perempuan begitu juga sebaliknya. Janganlah kita ikut menyiarkan pasangan LGBT itu," cuit Cholil lewat @cholilnafis. (suara.com,10/5/2022)

Wakil Ketua Komisi Infokom MUI, Idy Muzayyad turut berkomentar. Menurutnya, tayangan mengenai LGBT melanggar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012. Aturan dalam P3 & SPS itu sudah jelas, baik tentang penghormatan terhadap nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan, ataupun tentang perlindungan anak dan remaja yang melarang adanya muatan yang mendorong anak dan remaja belajar tentang perilaku tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku tersebut, dan media apapun tidak boleh memberikan ruang kepada pelaku perilaku LGBT agar tidak menduplikasi perilaku mereka dan tidak bisa dianggap lumrah. (beritasatu.com, 13/5/2022)

Namun, alih-alih memberi sanksi kepada si youtuber karena melanggar program siaran KPI, negara terkesan membiarkan tayangan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md justru mengatakan, Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga tak memiliki wewenang untuk melarang Deddy Corbuzier menampilkan konten LGBT di podcastnya. (10/5/2022)

Meski si youtuber telah meminta maaf dan men-take down video podcat tentang gay tersebut, kegaduhan terus menyebar di tengah masyarakat. Kekhawatiran akan semakin menyebarluasnya perilaku menyimpang ini semakin tinggi. Terlebih, elgebete merupakan perilaku yang diharamkan dalam ajaran Islam. Masyarakat tentu berharap agar para pelaku penyimpangan dan penyebar keburukan semacam ini mendapat sanksi yang tegas.

Sayangnya, harapan tersebut tampak mustahil di negeri demokrasi ini. Dengan dalih demokrasi, kemaksiatan diberi ruang untuk berekspresi. Dengan dalih hak asasi dan toleransi elgebete harus diterima dan dilindungi. Bagaimanakah masa depan generasi dalam sistem demokrasi?

Perilaku Rusak Menghantui Generasi

Elgebete adalah perilaku yang menyimpang dari fitrah manusia. Penyakit mental yang harusnya diobati. Bukan dibiarkan dengan dalih toleransi. Perilaku ini telah banyak menimbulkan bencana.

Halaman:

Editor: Destiana Dwi Pratiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMK Merebak, Ini Solusi dari Perspektif Islam

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:16 WIB

Propaganda Kaum Sodom Menghantui Generasi

Selasa, 17 Mei 2022 | 15:28 WIB

Agar Potret Pendidikan Tak Lagi Suram

Selasa, 22 Maret 2022 | 16:04 WIB

Jaminan Kesehatan Rakyat Tanpa Syarat

Rabu, 2 Maret 2022 | 22:48 WIB

OTT KPK Yang Kian Masif

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:25 WIB

Firli Bahuri: Aku Rindu Ibu

Jumat, 24 Desember 2021 | 19:41 WIB

Banjir Rutin Datang Menerpa, Saatnya Berbenah

Selasa, 16 November 2021 | 09:06 WIB

Ini Pentingnya Investasi Bagi Generasi Milenial

Minggu, 7 November 2021 | 13:10 WIB

Solusi Islam Agar Garuda Indonesia Tetap Mengudara

Kamis, 4 November 2021 | 21:45 WIB
X