• Sabtu, 23 Oktober 2021

Bamsoet Dorong Peningkatan Kerjasama Multilateral Antar Negara

- Jumat, 10 September 2021 | 20:45 WIB
Bamsoet saat menjadi pembicara utama dalam 'Dialog Bersama Partai Politik di Negara-Negara Asia Selatan dan Asia Tenggara', secara daring dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Kamis (09/09/2021). (mpr.go.id)
Bamsoet saat menjadi pembicara utama dalam 'Dialog Bersama Partai Politik di Negara-Negara Asia Selatan dan Asia Tenggara', secara daring dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Kamis (09/09/2021). (mpr.go.id)

DOBRAK.CO - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan eksistensi partai politik sebagai entitas penting dan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, akan selalu membentuk, mewarnai, dan mempengaruhi sikap dan kebijakan politik internasional suatu negara. Karena itu, dirinya mengapresiasi forum Dialog yang diselenggarakan Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, yang diikuti 300 lebih perwakilan partai politik dari negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

"Forum dialog ini menjadi wadah untuk saling bertukar fikiran, serta menghimpun ide dan gagasan dalam mewujudkan kerjasama multilateral yang lebih konstruktif. Sekaligus mempunyai peran strategis untuk membangun kesepahaman, memperkuat soliditas dan solidaritas kawasan, serta menumbuhkan komitmen untuk mengoptimalkan kerjasama di segala bidang. Khususnya, sektor perekonomian yang goyah karena terimbas pandemi Covid-19," ujar Bamsoet saat menjadi pembicara utama dalam 'Dialog Bersama Partai Politik di Negara-Negara Asia Selatan dan Asia Tenggara', secara daring dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Kamis (09/09/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, perekonomian global tahun 2020 turun tajam. IMF mengestimasi minus 3,5 persen, Bank Dunia minus 5,2 persen dan OECD minus 4,2 persen. Untuk tahun 2021, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global bisa mencapai 6 persen dan pada tahun 2022 mencapai 4,9 persen. Sementara Bank Dunia memprediksi tumbuh 5,6 persen di tahun 2021 dan 3,8 persen di tahun 2022.

"OECD memprediksi tumbuh 5,8 persen untuk tahun 2021 dan 4,4 persen di tahun 2022. Sementara WTO memprediksi volume perdagangan global pada tahun 2021 tumbuh 8 persen. Merealisasikannya butuh kerja sama antar negara, khususnya dari negara-negara maju untuk membantu negara-negara berpenghasilan menengah kebawah," jelas Bamsoet dilansir mpr.go.id.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, dari sekitar 7,7 miliar penduduk dunia, sebanyak 223.449.197 diantaranya sudah terpapar virus Covid-19. Sebanyak 4.610.514 diantaranya meninggal dunia dan 199.964.502 diantaranya sembuh. Sementara vaksin Covid-19 yang diberikan hingga saat ini sudah mencapai 5,5 miliar dosis. Namun, menurut WHO 80 persen distribusinya masih terpusat di negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah.

Baca Juga: Konsulat RI Songkhla Berhasil Memulangkan 4 WNI bawah umur Asal Aceh dari Phuket Thailand

"People’s Vaccine (aliansi global organisasi non-pemerintah yang terdiri dari Amnesty International, Frontline AIDS, Global Justice Now, dan Oxfam) melaporkan bahwa negara kaya dengan populasi hanya 14 persen penduduk dunia sudah menguasai 53 persen vaksin yang diproduksi delapan perusahaan farmasi terkemuka. Karenanya melalui WHO, Indonesia terus menyuarakan pentingnya keadilan distribusi vaksin Covid-19 agar negara-negara menegah kebawah bisa mendapatkan kemudahan dalam mengakses vaksin Covid-19," tandas Bamsoet. (*)

Editor: Alvian Hamzah

Tags

Terkini

Pengusaha Venezuela siap Berbisnis dengan Indonesia

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:37 WIB

Membanggakan, Motor Gesits Resmi di Ekspor Ke Senegal

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Wajah Pariwisata Indonesia pada Tram Kota Beograd

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:01 WIB
X